Sungguh berbeda hari-hari liburan saya sekarang ini. Yang tadinya saya sering merasa bosen kalau disuruh di rumah terus tanpa temen. tapi sekarang saya bener-bener merasakan rasa bosen telah hilang. Liburan kali ini saya mempunyai kesibukan baru bersama temen-temen terbaik saya, KOMPOR UI. Kegiatan yang mempunyai visi untuk berbakti ke daeraha kami tercinta, telah menyatukan kita untuk berjuang dan bekerja demi satu tujuan itu.
Oke, kayaknya lebih bagus lagi kalau saya ceritakan kenangan-kenangan saya sejak saya mulai masuk ke keluarga ini. Berawal dari diterimanya saya di UI, saya pun sudah yakin akan mengambil kuliah di UI. Akhirnya saya berangkat ke Depok untuk kuliah. Nah disinilah saya ketemu temen-temen ataupun senior yang kuliah di UI. Ternyata banyak juga. Ga ada perasaan yang beda antara bertemen sama temen-temen kampus dan temen-temen KOMPOR ini. Dimulai sejak adanya buka bersama, ada Gathering KOMPOR dan lain-lain selama satu tahun. Tak ada yang berbeda masih datar-datar aja. Rasa memiliki pun belum ada kayaknya, malah seringnya saya males kumpul bareng temen-temen KOMPOR.
Nah lain cerita ketika saya memegang amanah KOMPOR GATHERING sekaligus dijadikan calon Ketua Kompor ( walaupun ga jadi ). Nah posisi itu memaksa saya untuk harus kenal dengan semua anak-anak KOMPOR. Inget banget waktu itu yang baru saya tahu namanya bisa diitung, dan lainnya ada di luar jauh kepala saya yang artinya saya tidak tahu. Hari lewat hari, akhirnya saya mulai tau sbagian anak Kompor mulai dari yang paling senior sampai yang junior saya yaitu angkatan 2010. Ini semua sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas KOMPGATH. Nah akhirnya Ketua Kompor yang baru pun terpiliha yang pastinya bukan saya.
Mulai saat itu, hari-hari kuliah saya diselingi dengan kegiatan-kegiatan KOMPOR. Mulai dari kumpul buat bahas Try Out dan lain sebagainya. Tapi hal yang paling membuat saya lebih nyaman di keluarga KOMPOR ini bermula di saat saya sering main ke kontrakan temen KOMPOR yang ga jauh dari kost saya. Mulai dari saya dikasih satelah, saling pinjam dan meminjam motor lah, sampai saya merayakan pergantian tahun 2010 ke 2011 di kontrakan baru temen sambil bakar jagung. Momen ini bener-bener meruapakan titik balik saya merasakan KOMPOR itu adalah bagian dari kehidupan saya, khususnya kehidupan kuliah.
Semua permasalahan yang ada di KOMPOR seolah memanggil saya untuk ikut menyelesaikannnya. Masalah dengan temen-temen di Purworejo yang kuliah di kampus lain lah, ada temen yang mengalami kesulitan finansial untuk kuliah di UI lah, sampai berbondong-bondong mempromosikan UI di acara EXPO kampus. Semuanya itu membuat saya ingin berkata di tulisan saya untuk kalimat yang terkahir bahwa "KOMPOR adalah bagian sari diri saya, walaupun kalimat ini pasti tak akan keluar di hadapan kalian, tapi saya hanya bilang, di balik semua yang saya alami di kehidupan ini, kalian akan pasti ada di setiap nafas kehidupan saya"
AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI KOMPR UI
One Family, One Home, One Destiny
One Family, One Home, One Destiny