Jumat, 16 Maret 2012

Endless

Salam semangat temen-temen,

Udah lama banget nih ga update blog ini. Nah untuk kali ini, gue mau share sedikit tentang apa yang kita sering sebut dengan istilah "endless" ( tiada akhir ) ? Pasti semua orang punya pemikirannya sendiri. Nah sekarang ini, gue mau share tentang suatu hubungan yang tiada akhir, selain hubungan dengan yang di Atas pastinya. Gue mau share apa yang kita sebut sebagai seorang sahabat.

Sebenernya tulisan ini gue bikin gara-gara tadi malam temen kampus ada yang kehilangan sahabat dekatnya. Itu ngebikin gue berpikir apa yang akan gue lakuin dan rasain ketika gue berada di posisi temen gue ini. Rasa kaget, shock, sedih, dan lain sebagainya pasti campur aduk ga beraturan. Intinya gue cuma mau bilang, sahabat itu adala temen kita seumur hidup dan akan selalu ada buat kita. Kapan pun kita butuh, waktu seneng, waktu sedih, waktu butuh bantuan, dan lain sebagainya. Yang intinya, bagi gue, seorang sahabat adalah temen terbaik kita yang disitu kita bisa dapatkan segala keceriaan dan kenyamanan. 

So, jangan sekali-kali kalian menganggap seorang sahabat atau temen itu merepotkan. Jangan sekali-kali. Ketika suatu saat lo butuh mereka, merekalah yang akan mengulurkan tangan pertama kali ke kalian. Dan ketika ada salah satu dari mereka yang meninggalkan lo untuk selamanya, gue yakin ga ada kata-kata buat ngegambarinnya.

Sahabat adalah temen terbaik kita dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 


Jumat, 25 November 2011

Sehat = Mutlak

"Apa yang bisa kalian lakukan ketika badan ga sehat"

Mungkin kalian semua udah tahu ya apa yang bakal gue share pagi ini. Yap bener banget, pagi ini gue bakal share masalah arti kata sehat di dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Udah pernah sakit dong pastinya ? Apa yang kalian rasain waktu itu ? Bagaimana urusan-urusan kalian bisa jalan saat kalian sakit.

Di tulisan ini gue mau sedikit memberikan opini dimana kesehatan itu adalah harga mutlak bagi mahasiswa atau orang degan berjua aktifitas. Kenapa ? Ya, without a health, kita bakalan ga fokus dan total dalam melakukan semua hal. Bandingin aja kerjaan kita pas masih sehat dan waktu sakit. Pasti beda banget.

Nah gue disini mau paparin nih kesalahan-kesalahan atu bisa dibilang kebiasaan mahasiswa yang ngebuat dirinya ga sadar bahwa sebenernya itu sangat merugikan mereka. Beberapa hal itu adalah :
Begadang
Kata "begadang" kayaknya udah menjadi teman sehari-hari di kehidupan kampus. Kayaknya kalau jadi mahasiswa dan ga begadang itu belum lengkap rasanya. Tapi kalian harus tahu, begadang is not a good way. Mengurangi waktu tidur bisa aja, tapi kalian harus memperhatikan juga, badan juga punya hak untuk istirahat. Jadi, kalau kalian mau begadang diusahan karena sesuatu yang udah darurat banget. Kebanyakan begadang, kalian pasti nantinya bakal ga fokus di perkuliahan, ngantuk mulu, dan berbagai kejadian-kejadian lainnya.

Pola makan menjadi "aneh"
Pola makan, kalau bahas menyangkut makanan sebenernya , mahasiswa itu paling seneng. Apalagi kalau makanan gratis. Nah tapi disini gue melihat satu sisi lain dari mahasiswa.Jujur deh buat yang anak kos , apakah kalian sarapan setiap harinya ? Gue yakin ga banyak yang sarapan di pagi harinya. Kenapa ? Kebiasaan bangun aja jam 7 lebih, belum mandi, dan kalau ada kuliah jam 8, pasti udah buru-buru banget tuh. Kalau ga ada kelas pagi, kebanyakan udah mager di kamar. Bener ga ? Jadinya pola makan jadi berubah total. Padahal sarapan itu penting lho buat energi kita di pagi hari. Jangan sampe aktifitas yang kita jalanin ga diimbangi dengan pemberian asupan gizi yang kuat.

Segitu aja ya yang gue share tentang mahasiswa terkait dengan kesehatan. Nah gue mau bilang aja sih, kesehatan itu harga mutlak buat semua aktifitas, There are so many things you must do, it will be right if you are healthy. Karena sakit bakal ngurangin fokus dan energi kita.

Ayo bersama-sama menjadi mahasiswa aktif dan sehat

Kamis, 24 November 2011

Berprestasi ? Aktif ? Why Not ?

Dari judulnya pasti temen-temen udah pasti tau apa yang bakal gue share disini. Ehmmm may be gue ga pantes sih buat share tentang ini, tapi dari sebuah artikel yang gue pernah baca, kenapa tidak kita menyampaikan opini kita walaupun kita belum bisa melaksanakannya. OK. Yang setuju dengan saya silahkan lanjutkan baca artikel ini, yang ga setuju, saya persilakan tetap membacanya, ga ada salahnya kan ?

OK mulai saja dengan maksud artikel ini. Gue menulis artikel ini dengan maksud untuk menyadarkan temen-temen semua terutama yang masih di kehidupan kampus untuk sadar, bahwa there are so many things we can reach without any affraid. Yap, banyak sekali temen-temen mahasiswa yang menyia-nyiakan kesempatan yang sebenarnya ada jelas di depan mereka tapi mereka ga sadar. Kenapa bisa ga sadar? Banyak faktor yang bisa buat hal itu terjadi. Faktor terbesar adalah rasa malas dan kurang ingin tahu tentang sesuatu yang baru dari mahasiswa. Mungkin kita sering mendengar percakapan :
"Hey, lo ikut lomba ini ga ? "
" Ga ah males. Gue mah nyante-nyante aja. Gapapa lah jadi orang standar"

Percakapan seperti itu sering kali gue denger di kalangan mahasiswa. Jujur, pertama kali gue kuliah, gue punya pemikiran kayak gitu. Menyerah dan pasrah akan nasib, karena sebenernya keinginan gue yang sejati bukan di kampus gue yang sekrang. But you must know, pemikiran seperti itu akan membuat kalian nantinya menyesal ketika melihat orang lain bisa meraih lebih daripada kamu dan sebenernya kamu bisa gampang meraih pencapaian yang sama degan teman kamu itu.

Penyesalan-penyesalan seperti ini yang sering menghinggapi mahasiswa yang masih galau. Atau malah mereka menipu dirinya sendiri dengan menolah kenyataan yang ada dan tetap percaya bahwa dia lah yang paling bersinar walaupun sinar itu sama sekali tidak ada. Ini parah banget. Maybe sebagian orang bilang, fenomena kayak gitu itu sering diperibahasakan " Rumput tetangga memang selalu lebih hijau ". Trus ? Ya buat rumput kalian lebih hijau lagi dari rumput tetangga itu. Itulah eksekusi solusi yang tepat,. Jangan malah yaudah lah ya, kita semua punya jalan sendiri. Hal-hal dan pemikiran kayak gini yang ngebikin kita semua itu ga bisa berkembang. Kemampuan sosialnya, inteleknya, dan lain sebagainya. Kita harus bisa total di semua hal, lawan kata "setengah-setengah" di pikiran kalian. Mulailah untuk menunjukkan kalau kalian bisa melakukan secara sempurna.

Nah hubungannya dengan kata aktif apa ? Tenang dulu. Pasti kalian sering ngeliat banyak banget mahasiswa menjadikan alasan "aktif" organisasi sebagai alasan untuk tidak berprestasi. Banyak banget mahasiswa yang aktif sana-sini, kuliahnya jeblok semua. Pas ditanya alasannya, jawabannya berputar pada " Ya kan gue aktif bro, ga kayak lo". Pemikiran kayak gini merupakan pemikiran terkonyol yang pernah ada. Seharusnya keaktifan yang kita punya itu menjadikan kita menjadi lebih berprestasi lagi. Soalnya apa ? Banyak hal yang bisa kita dapetin kalau kita aktif di organisasi atau kepanitiaan. Nah dari nilai tambah itu lah, seharusnya kita bisa menjadikannya sebagai support untuk berprestasi. Jadi udha ga jamannya tuh , ornag berpikiran stereotipe bahwa ga mungkin orang yang aktif bisa jadi ornag yang pinter. Semua salah. Kita harus buktiin kalau kita berprestasi sekaligus aktif di kehidupan kampus dan sosial. Dan buat yang hanya kuliah doang, kalian musti lebih berprestasi lagi.

There is no reason become unshining person although you have a lot activities in your life.

Rabu, 23 November 2011

Acara "Meriang"

"What do you feel if you have finished your work in the organization ? "

May be temen-temen semua udah kebayang apa yang bakal gue ceritain disini.Btw, gue mau cerita dulu nih keadaan gue sekarang.Sekarang ini gue sebenernya kuliah, tapi dosennya ngasih pengumuman kalau kuliah ditiadakan ( gue ga suka dosen kayak gini ). Alhasil, since there is no activity more usefull than writing, gue akhirnya iseng-iseng mulai nulis lagi di blog gue ini.

Ok mulai aja kali ya. Dari kalimat yang pertama kali gue tulis, mungkin temen-temen semua udah pada tau apa yang gu tulis disni. Gue disni mau share gimana rasanya kalau kita udah kerja bareng beberapa bulan dan akhirnya acara yang kita garap itu sukses. Sebenarnya bingung mau bilang gimana rasanya, tapi yang paling penting disini, you will feel something so sad.

Mungkin temen-temen perlu tau dulu ya gue kerja di bidang apa dan temen-temen gue kayak gimana. Ya..yang gue ceritain ini adalah kepanitiaan di kampus gue, Fasilkom, tentang pembinaan mahasiswa baru ( sebut aja PMB ). Nah di kepanitiaan kali ini gue ,megang jadi BPH ( kayak penanggungjawab ) di bidang acara. Nah disini alhamdulillah banget gue kerja bareng sama temen-temen gue yang kocak abis. Ga ada yang bisa ngalahin deh kekocakan, kekompakan, dan keramean kita. There are so many things we can do. Orang-orangnya itu ada @ixn , @minami @kadek, @ajengjong, @dimas @harish @witri @haya @yuni . Nah sebagian besar dari anak2 acara itu adalah junior gue dan walaupun kita beda angkatan tapi ga mempengaruhi kinerja kita.

Cerita dulu ya gimana rasanya kerja bareng mereka-mereka ini. Boleh dibilang di kepanitiaan ini, panitia acara lah yang paling kompak dan rame ( bukan maksud memuji ). Gue sendiri sebagai PJnya merasa melakukan semua tugas gue tanpa beban. Semuanya santai ( walaupun muka gue pas acara pasti panik, tapi itu adalah ekspresi gue ). Acaranya pun semuanya berjalan dengan sukses dan lancar. Di setiap rapat yang kita adain, yang ada selain pembahasan maslaah yang diomongin, tidak kalah banyak ketawa2 dan gosip yang kita omongin. Dan kalian harus tau, pas di acara terakhir, kita tidur baru jam 3 pagi gara2 rapat. Konyolnya rapatnya itu rame banget dan ketawanya ga bisa ditahan. tapi jangan salah, semua yang mau kita bahas udah tercover dengan rapi.Segini aja kali ya ceritanya, sekrang dilanjut yang lain.

So, I will share a lot of thing that you can do if you have a chance to arrange and manage an event.
1. Express your creativity here
Pengalaman yang paling utama dan mengasyikan kalau kalian jadi anak acara adalah kalian bisa meluangkan semua kreatifitas kalian di acara yang kalian pegang. Banyak banget hal yang bisa kalian luangkan disini. Misal nih mulai dari nama acaranya maupun konten dari acara yang bakal diadain. Gue ga bisa banyak omong disini. Better if you feel it yourself.

2. Latihan buat managemen waktu
Yap di acara nanti, kalian juga harus bisa buat bagi-bagi waktu di setiap sub acara yang ada. Kalau kalian ga bisa ngatur waktu, pasti acaranya nanti bakal ancur atau paling ga jauh dari ekspektasi kita.

3. Latihan buat nyari solusi bukan masalah
Di sebuah acara, pasti banyak banget hal yang menjadi penghalang. Apalagi di kepanitiaan acara. banyak banget hal yang jadi penghalang. Tapi jangan kuatir. Keep calm guys. Kalian disini jangan sampe fokus hanya kepada masalah, tapi berusahalah untuk secepatnya cari solusi yang tepat. Yang paling penting lagi. kalian harus bisa untuk tetap tenang ketiak bidang yang lain panik. Soalnya keberhasilan acara adalah tanggungjawab bidang acara. Nah ketika ada masalah muncul. pikirkan dan cari solusi. Sehabis itu execute it.

4. Kreatif dalam memilih alternatif
Sebuah acara pastinya sudah direncanakan dengan matang dong. Nah, gimana kalau ada kendala di hari H nya yang tidak kita prediksikan ? Untuk mengatasi hal ini, kalian sebagai panitia acara seharusnya udah memikirkan berbagai case yang mungkin terjadi ( paling tidak case2 yang possible to happen ) dan carilah alternatif yang ga beda jauh. Jangan sampai alternatif yang kita ambil itu jauh dari bayangan awal. Biar yang jadi penikmat acara kita juga ga kecewa.

5. Nambah jaringan
Boleh dibilang ini bonus doang sih. Kalau seuatu acara itu pasti ada kan yang jadi pengisi acaranya. Nah yang nyari pengisinya tidak lain dan tidak bukan adalah anak acara itu. So dengan kalian jadi panitia acra, kalian bisa nambah networking kalian. Dan gue jamin itu akan sangat membantu di ke depannya.

Mungkin segitu aja yang bisa gue share, Yang jelas bagi gue : Being a event's crew is the greatest thing I ever had.

Ga bisa ngelupain kata-kata : spacy, crew, review, and many other crazy words.


Semoga kita bisa kerja bareng lagi
dedicated to Event PMB 2011
"Meriang : Merindukan Kasih Sayang"

Senin, 13 Juni 2011

Kenangan Tahun Kedua

"Parade BEM FASILKOM UI 2011"














"Wedding Party of LeniSidik"














"Syuting Teaser COMPFEST2011"













"Eating Together"















"Temu Kangen with Wali Kelas SMA"



















"PSDM Summit"














"Belajar OS mau UAS"














"Pose Dulu"



















"BPH Gahuuul"














"Anak Malam"














"Long time no see" --> Wulan















Empat Sahabat Terbaik Gue ( Kini dan Selamanya #mywish )

Salam semangat temen-temen semua,
Mood nya lagi bagus nih, akhirnya bisa nulis lagi di blog abal ini. Mulai aja deh. Di tulisan ini, gue mau share ke kalian semua tentang sahabat2 gue di kampus. Sebenernya, temen gue banyak banget di kampus dan semuanya baik dan menginspirasi, Namun dari semuanya itu, gue merasakan dunia yang beda aja dengan 4 temen gue yang bakalan disebutin di tulisan ini. Rasan
ya sih sebenernya biasa-biasa aja, tapi entah kenapa beda aja kalau sama mereka. Oiya, FYI, pas gue nulis nih blog, temen-temen gue ini udah pada ninggalin gue sendiri di kampus. Udah pada pulang kampung. Yang satu ke padang, satu lagi ke Lampung, Tangerang, dan bentar lagi ke Gorontalo. Yaudah lah ya, gue masih punya Allah yang selalu dekat sama gue (#benerannih)
Langsung deh, dimulai dari abjad yangpaling kecil deh.

Arif Alhadi Putra
Temen gue satu ini asalnya dari Lampung. Ketemu pertama kali pas mau kumpul pertama kali sesama maba Fasilkom di Science Park UI (kenalnya gara2 sama pake baju item). Orangnya baik aja (ga pake banget), lebih dewasa ketimbang kita berempat yang lain, beda sendiri jurusannya sama anak lain. Kalau ngedenger cerita2 dari dia, konyol aja sih (bisa masuk UI gara2 curang sama temen SMAnya), tapi itu me
narik ceritanya, ga jelek. Dia juga mungkin yang paling jaim di antara kita yang cowok. Apalagi ya, oiya, dia temen deket gue pertama kali kalau dibanding 3 anak yang lain. Soalnya gue bareng terus pas OBM #OSPEK sama dia, jadinya udah kenal deket dari pertama kalai kuliah. Cukup kali ya.

Deafany Wulansari
Cewek satu ini, orangnya mungil banget, berbehel (makanya sering pulkam cuma buat periksa gigi), sedikit imut, dan paling rewel plus polos. Gue pertama kali kenal dia, sebenarnya pas jaman PMB #ospek. Gue sekelompok sama dia, bareng sama Arip sama julian juga. Gue pernah bareng2 juga pas suruh bikin Gedebook (karya pas PMB). Aneh dah pokoknya. Oiya, dia satu-satunya orang paling konyol #tipissamabego di antara kita semua. Dia rela bela-belain beli flashdiks unik ke Bintaro, padahal kita di Depok. Pas dia udah beli, ternyata di Depok juga ada tuh barang #konyolgila. Dia juga yang kita dicurigai sebagai anak NI*. Soalnya dia kerjaan kabur mulu di kampus, jarang keliatan. Udah ah, kasihan ntar banyak bang
et yang diceritain.





Julian Trifany Ananda Tirta
Jupe atau Fany ini adalah satu-satunya cowok di antara cowok yang lain di kita yang ga bisa bawa motor ( gatau kalau mobil). Pokoknya dia ga bisa yang namanya naik motor, pas diboncengin aja dia jatuh. FYI, dia itu anaknya ansos, tapi dia bangga dengan ke-ansosannya dia (bingung nulisnya) --> bego ga sih? Nah, tapi keren juga sih, dari dia gue tau kalau orang ansos itu sama sekali ga salah, bisa bermanfaatan juga ternyata. Apalagi ya, oiya dia sering banget yang namanya gangguin gue kalau gue nginep tempat dia. Sebenarnya gue kasihan juga sih, ada ya orang yang kurang kerjaan banget kayak gitu, sampe2 ngerjain orang niat banget. Loe semua harus bayangin, masak mau bukain pintu aja, harus bolak-balik berapa kali dulu, cuma buta ngerjain gue. Hufft. Oiya, dia juga 4l4Y banget, dan dia satu-satunya dari kita orang paling nyampah dan jago tulisan dan bahasa alaynya. Gila banget dah pokoknya. Udah juga ya, nanti kebanyakan jeleknya.

Tika Permatasari Dama
Nah anak yang satu ini asalnya dari Gorontal0 (paling jauh) -- > penggila Briptu Norman
Sebenarnya, kita (gue, jul, arip, wulan) kenal sama dia kayaknya baru semester 3 deh. Pas waku itu gue taunya dia sama2 mau pindah dari Fasilkom, jadinya pas dia ketemu gue sama jul, dia ngrasa iya banget sama kta, akhirnya lama kelamaan dia deket deh sama kita. Si tika juga anak yang boleh dibilang kocak, masak pake kerudung tapi kalau pas gue ke kos dia mau minjem apa gitu, dia ga pake kerudung, kan guenya yang berabe. Oiya dia, satu-satunya dari kita yang semester 4 ini kelasnya hampir sama semua kelasnya, akhirnya kita banyak yang bareng deh (bosen ga ya?) Dia juga bawa motor kayak gue, jadinya guebisa pinjem helm ke dia, kalau gue mau jalan sama orang. Udah ya

Nah, mereka semualah yang gue anggep iya banget (cocok maksudnya). Pokoknya pas bareng sama mereka, kerjaan kita pasti cuma nyampah 2 doank. Ga ada yang namanya serius atau apa lah itu. Dari mulai cerita apa lah yang kenangan jaman dulu, trus sampe kayak ibu2 dan bapak2 arisan yang pada ngomongin orang ( bukan kejelekan tapi kenyataannya ). Kalau sama mereka, bener2 ga bisa jadi anak yang alim deh.
Hal-hal konyol yang pernah dari kita perbuat :
Gue and arip
Kita berdua udah pernah pura2 marah sama salah satu temen kita di kampus. Alasan marahnya cuma gara2 kita beda ngambil jalan sama si doi (temen gue itu, cowok). Nah gara2 si doi agak lebay juga sikapnya, dia ngira kita marah, padahal kita tadinya ga ada niatan. Akhirnya gue ngajakin arip pura2 marah (arip pun menyambutnya dengan senyuman , biasa aja tapi ). Nah akhirnya kita berakting tuh, pas udah to the max, tadinya gue pikir yang dikira marah banget sama si doi tuh arip, tapi eh ternyata gue malah yang kena (yang namanya arip pasti ga ngaku deh, licik gila dia). Gue takut banget, masak gue diajak ke belakang mushola, trus dia ngomong minta maaf sama gue (ngeri banget gue, mau ketawa tapi ngeri sama sikapnya, udah mau nangis gitu dianya). Akhirnya kita baikan deh.

Gue, arip, ma jupe
Kita bertiga juga udah pernah tuh ngerjain orang yang sama dengan perbuatan kita sebelumnya. Yang ini, yang pura2 marah tuh jupe. Akhirnya berhasil juga si doi percaya kalau jupe marah (bego atau apa ga tau deh ). Nah waktu itu, gue ma arip mau nonton (si doi ikutan), gue juga ngajak jupe. Akhirnya pas udah kelar filmnya, si doi ngomong empat mata sama jupem minta baikan. Kalau kalian tau giman kejadiannya, pasti kocak deh. Satu kalimat yang gue inget si doi ngomong "Gue pingin kita seperti dulu lagi". Ngakak guling2 gue :((.

Itu aja ya yg gue share, cerita ada, tapi ngantuk plus pegel tangan gue.

Minggu, 03 April 2011

Awal dari sebuah pelajaran

Gue tulis artikel, bermula dari ngeliat timeline twitter gue. Banyak dari temen-temen gue yang baru aja ngomongin masalah kepemimpinan. Yaudah akhirnya, sambil nginet, gue terus aja pantengin obrolan mereka. Dan gue ga salah langkah, banyak banget hal yang gue dapetin dari obrolan singkat dari temen-temen gue itu.
Pembelajaran yang bisa gue ambil dari diskusi itu adalah semua orang bisa dikatakan sebagai seorang pemimpin, walaupun itu pemimpin yang jelek atau baik. Yang terpenting, pemimpin adalah orang-orang yang bisa mendapatkan pengikut yang loyal kepadanya, artinya pemimpin itu bisa dipercaya oleh orang lain untuk memimpin mereka.
Pembelajaran selanjutnya adalah menjadi seorang pemimpin haruslah seseorang yang mempunyai kharisma. Ini dia yang paling menampar diri gue. Gue ngrasa hidup gue selama ini gue jalanin seenak enak gue aja, tana berpikir image gue mau ditaruh dimana. Pertanyaan gue sekrang, haruslah untuk menjdi seorang pemimpin itu, seseorang itu harus merubah dirinya menjadi seseorang yang penuh dengan kharisma? *guecobarenunginlagi
Yang terkahir dan gue yakin bukan yang terakhir untuk hari esok, sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain, kita bisa menyenangkan beberapa orang, tapi perlu dicatat kita TIDAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG. hal inilah yang menjadi masalah gue sampai saat ini, soalnya gue selama ini berusaha untuk menjadi orang yang disenangi dan tidak dimusuhi oleh satupun orang. Gue juga ngrasa, selama yang gue pikirin hal-hal seperti ini, gue malah sering meyimpang dari prinsip hidup gue, Pokoknya untuk jadi pemimpin, JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK TIDAK DISENANGI OLEH SESEORANG.

Gue nulis ini karena, gue pingin jadi pemimpin,. Sayang banget udah kuliah jauh-jauh, akhirnya ga jadi pemimpin yang hebat.

Sekian curhatan gue.

Search