Selasa, 21 Desember 2010

Teruntuk Mama "My Super Hero"

Kuiingat semua tentang engkau, mama
Mengusap keningku ketika kau biarkan badan ini berada di pangkuanmu
Memeluk kemarahanku dengan pelukan hangatmu
Menatapku dengan penuh kasih sayang,
Menjaga anakmu ini ketika harus terbaring sakit,
Membiarkan tubuhmu letih demi anak yang seringkali menyakitimu,
Tapi ketahuilah wahai Ibuku tercinta,
dalam lubuk hati yang paling dalam ini,
Aku merindukan suaramu yang selalu terdengar oleh telingaku,
Merindukan hangatnya pelukanmu,
Mengharapkan kecupan bibirmu di pipiku ketika aku akan berangkat sekolah,
Menginginkan masakan yang selalu kau siapkan untuk anakmu ini,
Merindukan tatapan matamu ketika aku masih berjuang menatap masa depan,
Merindukan sentuhanmu ketika aku sudah tertidur,
Merindukan ayunan selimut ketka aku lupa memasangnya,
Merindukan air mata yang selalu kau berikan sebagai doa untuk anakmu ini

Tapi apa daya mama,
Raga ini sekarang berada jauh dari jangkauanmu,
Aku berada berpuluh-puluh kilo dari engkau
Demi satu motivasi yang selalu ingin ku persembahkan untukmu, Mama
Bisa membahagiakanmu dengan jalanku ini,


You are my spirit Mom.....
Let me to make you happy......

Anakmu ini tak pernah menyesal memiliki mama sepertimu
Mama adalah mama terhebat di dalam dunia ini

Selamat Hari Ibu

A tribut for My beloved Mom
Chodidjah
Ibu terhebat sepanjang masa

Minggu, 19 Desember 2010

Nasionalisme itu bukan sekedar kata

Akhirnya setelah sekian lama ingin menulis mengenai hal ini, sekarang di sela-sela kehidupan kuliah, saya bisa menulis blog lagi. Tak tahan melihat gegap gempita rakyat Indonesia terhadap perhelatan akbar se Asia Tenggara ini ( AFF CUP 2010). Ya benar banget, baru tadi malem Indonesia memastikan langkahnya menuju ke final yang akan melawan Malaysia setelah mengalahkan Negara Beras (Filipina). Tangisan, senyuman, teriakan, air mata semuanya ditujukan untuk pahlawan Indonesia di lapangan hijau. Entah tak tahu kenapa, dalam hati saya ingin sekali merasakan semangat yang luar biasa menonton langsung di Gelora Bung Karno, menyaksikan perjuangan pasukan Merah Putih yang sangat hebat. Tapi apa daya, Tuhan belum menghendaki kakiku ini menginjakkkan kaki di tempat itu. Yasudahlah, semuanya hanya tinggal waktu yang mengatur.
Berlanjut ke perhelatan besar ini, Indonesia sekarang masih berada di semangat motivasi yang sangat tinggi. Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap perhelatan ini benar-benar dirasakan oleh seluruhrakyat tanpa terkecuali. Saya sendiri pun yang hanya seorang mahasiswa yang ingin mencari masa depan yang lebih baik ikut merasakan hal tersebut. Sempat terbersit dalam diri ini, sebagai seorang mahasiswa saya belum bisa menunjukkan kontribusi diri kepada bangsa tercinta. Seorang mahasiswa yang notabene sebagai kaum intelek bangsa sebagai tumpuan negeri ini untuk bergerak perlahan menuju suatu kemajuan yang berarti. Tapi apalah artinya status saya sebagai mahasiswa, yang ada dalam pikiran saya sejak dulu adalah bagaimana saya bisa menunjukkan keeksistensian saya untuk negeri ini, Bagaimana saya bisa bergun untuk keluarga, bangsa dan negara tercinta. Dan saya pun yakin, saya akan mencapai itu semua dengan cara saya sendiri. Pasukan Merah Putih menginspirasi saya untuk bertekad bulat mencapai impian itu. Entah bagaimana caranya, yang terpenting sekarang berjuang untuk menggapainya.
Coba bayangkan semuanya, bagaimana rasanya jika kita semua bisa berjuang untuk negeri ini. Seperti cerita di sebuah film yang kebetulan saya tonton sebelum semifinal leg kedua Indonesia kontra Filipina. Bagaimana kalian bisa tahu betapa perjuangan itu membutuhkan sebuah keyakinan dan tekad yang kuat. Saya sendiri belum bisa membayangkan bila saya berada di suatu kondisi dimana Indonesia masih terjajah. Tapi hal itu biarlah menjadi pelajaran untuk diri ini, untuk selalu optimis bisa memberikan sesuatu ke negeri ini. Bisa dicontoh perjuangan pasukan garuda kita. Ada satu kalimat yang terlontar dari salah seorang pemain yang sangat menginspirasi ;
"Aku jawab siap. Aku siap diapakan saja. Yang penting, aku bisa memimpin tim"
Itulah kata-kata yang teruntai manis tanpa ada unsur paksaan. dan inilah wajah nasionalisme yang perlu kita contoh. Bagaimanapu kondisi negeri ini, kita tetap mencintai negeri dan berusaha sekeras mungkin untuk menorehkan catatan sejarah sebagai nama harum negeri ini.

Aku bangga menjadi seorang Indonesia...Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di bumi ini sampai akhir menutup usia kelak.

We love you Indonesia

Sabtu, 04 Desember 2010

Indonesia-Laos

Sambil nonton Piala AFF 2010 sambil nge-blog
Harapan untuk Indonesia menang sangatlah besar. Teriakan dari para penonton di stadion pun terus terdengar menambah semangat pasukan Merah Putih. Di ruang berukuran 3x3 pun terasa bagai nonton langsung di stadion. Teriakan kegembiraan, sesekali kekecewaan pun terus ada. Saking minatnya saya pun berteriak keras menyemangati para pahlawan Indonesia.
08:05 ( waktu laptop)
Gol tercipta lagi. Indonesia unggul 2 : o dari lawannya sekarang Laos. Teriakan pun kin terdengar kembali. Rasa haru, bahagia bercampur menjadi satu saat ini. Tak pedulikan apa yang ada di luar ruangan ini, saya pun terus menulis samnbol menikmati jalannya pertandingan. Sesekali nulis dan setiap detik melihat televisi berukuran 14 inchi bermerk Votre. Tau lah anak kos yang harus menghemat keuangan yang ada. Karena hidup di perantauan harus menjaga keadaan keuangan supaya stabil.
Sebenarnya hari ini sangatlah banyak urusan.Mulai dari urusan paguyuban, urusan kampus, dan yang paling parah urusan kuliah yang tak kunjung selesai. Tugas pun belum tersentuh padahal besok Senin sudah harus kelar. Tetangga kos sebenarnya ada yang sangat pandai di bidang tugas ini ( SDA namanya ). Tetapi tak tahu sekarang batang hidungnya. Dia masih ada di luar kos. Entah di kampus atau masih di lain tempat. Sebenarnya kalau adapun, saya belum tentu minta bantuan dengannya. Kurang enak aja kalau minta bantuan. Ntah tak tahu apa gara2 perasaan saja atau karena apa. Tapi yang jelas agak segan saja kalau minta bantuan olehnya. Orangnya baik sebenarnya, hanya pembawaannya saja yang tak begitu enak buat saya. Yasudahlah biarkan dia begitu. It is his choice.
Kembali ke pertandingan AFF 2010. Baru saja Oktovianus pemain muda Indonesia yang berasal dari Papua melakukan pelanggaran. Setelah itu komentator memberikan komentar lapangan di Gelora Bung Karno yang masih jauh dari standar. Offside lagi pemain-pemain Indonesia.
8 : 17 ( waktu laptop)
Babak pertama pun usai. Kedudukan masih Indonesia yang unggul. Dan saya pun pergi makan di warung bersama teman. Di warung makan tak henti-hentinya kami semua, para pembeli,abang-abang warung semuanya terfokus pada permainan bola yang disuguhkan oleh pemain-pemain Indonesia. Dan satu gol pun tercipta menambah kemenangn Indonesia
08 : 50
Gol satu lagi tercipta oleh kaki gemilang Irfan Ba'dim, pemain naturalisasi yang memenuhi janjinya untuk berbakti kepada Indonesia. Sungguh mempesona permainan Indonesia kali ini. semoga hari ini dan hari kemarin menjadi wajah persepakbolaan yang baru yang siap untuk berjuang di kancah dunia.
09 : 08
Dan dua gol telah dilesakkan oleh dua pemain Indonesia Arif Suyono ( spesialis pengganti) dan Oktovianus ( runner ). Menjadikan Indonesia unggul 6 : 0. DAN SEKALI LAGI SAYA BANGGA MENJADI BAGIAN DARI INDONESIA. Semoga semua ini tidak berlalu begitu saja bagi tim Indonesia dan harapan itu telah benar-benar ada di hati tiap rakyat.
Lepaskan semua kepenatan hidup, lepaskan semua permasalahan yang ada sejenak it's time to make a change.

Tiga menit tambahan waktu yang diberikan
Gol sudah tercipta oleh Arif Suyono, Arif Bachdim, Gonzales, Ridwan, Utina. Tapi saya masih mengharaplan gol lagi datang dari Bambang Pamungkas. Status di fb pun penuh dengan dukungan untuk Indonesia. Tetapi janganlah elu-elukan ini bukan hanya disaat Indonesia menang, di saat kita lagi krisis haruslah semuanya mendukung
09 : 21
Pertandingan berakhir dengan kemenangan Indonesia 0 : 6. Semoga berlanjut di pertandingan selanjutnya.
Permainan ini memberikan semangat positif pada diri saya untuk terus melakukan yang sudah menunggu dikerjakan dari kemarin ( tugas SDA )

AKU BANGGA INDONESIA KAPANPUN, DIMANAPUN, BAGAIMANAPUN.

Search