Minggu, 19 Desember 2010

Nasionalisme itu bukan sekedar kata

Akhirnya setelah sekian lama ingin menulis mengenai hal ini, sekarang di sela-sela kehidupan kuliah, saya bisa menulis blog lagi. Tak tahan melihat gegap gempita rakyat Indonesia terhadap perhelatan akbar se Asia Tenggara ini ( AFF CUP 2010). Ya benar banget, baru tadi malem Indonesia memastikan langkahnya menuju ke final yang akan melawan Malaysia setelah mengalahkan Negara Beras (Filipina). Tangisan, senyuman, teriakan, air mata semuanya ditujukan untuk pahlawan Indonesia di lapangan hijau. Entah tak tahu kenapa, dalam hati saya ingin sekali merasakan semangat yang luar biasa menonton langsung di Gelora Bung Karno, menyaksikan perjuangan pasukan Merah Putih yang sangat hebat. Tapi apa daya, Tuhan belum menghendaki kakiku ini menginjakkkan kaki di tempat itu. Yasudahlah, semuanya hanya tinggal waktu yang mengatur.
Berlanjut ke perhelatan besar ini, Indonesia sekarang masih berada di semangat motivasi yang sangat tinggi. Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap perhelatan ini benar-benar dirasakan oleh seluruhrakyat tanpa terkecuali. Saya sendiri pun yang hanya seorang mahasiswa yang ingin mencari masa depan yang lebih baik ikut merasakan hal tersebut. Sempat terbersit dalam diri ini, sebagai seorang mahasiswa saya belum bisa menunjukkan kontribusi diri kepada bangsa tercinta. Seorang mahasiswa yang notabene sebagai kaum intelek bangsa sebagai tumpuan negeri ini untuk bergerak perlahan menuju suatu kemajuan yang berarti. Tapi apalah artinya status saya sebagai mahasiswa, yang ada dalam pikiran saya sejak dulu adalah bagaimana saya bisa menunjukkan keeksistensian saya untuk negeri ini, Bagaimana saya bisa bergun untuk keluarga, bangsa dan negara tercinta. Dan saya pun yakin, saya akan mencapai itu semua dengan cara saya sendiri. Pasukan Merah Putih menginspirasi saya untuk bertekad bulat mencapai impian itu. Entah bagaimana caranya, yang terpenting sekarang berjuang untuk menggapainya.
Coba bayangkan semuanya, bagaimana rasanya jika kita semua bisa berjuang untuk negeri ini. Seperti cerita di sebuah film yang kebetulan saya tonton sebelum semifinal leg kedua Indonesia kontra Filipina. Bagaimana kalian bisa tahu betapa perjuangan itu membutuhkan sebuah keyakinan dan tekad yang kuat. Saya sendiri belum bisa membayangkan bila saya berada di suatu kondisi dimana Indonesia masih terjajah. Tapi hal itu biarlah menjadi pelajaran untuk diri ini, untuk selalu optimis bisa memberikan sesuatu ke negeri ini. Bisa dicontoh perjuangan pasukan garuda kita. Ada satu kalimat yang terlontar dari salah seorang pemain yang sangat menginspirasi ;
"Aku jawab siap. Aku siap diapakan saja. Yang penting, aku bisa memimpin tim"
Itulah kata-kata yang teruntai manis tanpa ada unsur paksaan. dan inilah wajah nasionalisme yang perlu kita contoh. Bagaimanapu kondisi negeri ini, kita tetap mencintai negeri dan berusaha sekeras mungkin untuk menorehkan catatan sejarah sebagai nama harum negeri ini.

Aku bangga menjadi seorang Indonesia...Sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di bumi ini sampai akhir menutup usia kelak.

We love you Indonesia

Tidak ada komentar:

Search