Jumat, 25 November 2011

Sehat = Mutlak

"Apa yang bisa kalian lakukan ketika badan ga sehat"

Mungkin kalian semua udah tahu ya apa yang bakal gue share pagi ini. Yap bener banget, pagi ini gue bakal share masalah arti kata sehat di dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Udah pernah sakit dong pastinya ? Apa yang kalian rasain waktu itu ? Bagaimana urusan-urusan kalian bisa jalan saat kalian sakit.

Di tulisan ini gue mau sedikit memberikan opini dimana kesehatan itu adalah harga mutlak bagi mahasiswa atau orang degan berjua aktifitas. Kenapa ? Ya, without a health, kita bakalan ga fokus dan total dalam melakukan semua hal. Bandingin aja kerjaan kita pas masih sehat dan waktu sakit. Pasti beda banget.

Nah gue disini mau paparin nih kesalahan-kesalahan atu bisa dibilang kebiasaan mahasiswa yang ngebuat dirinya ga sadar bahwa sebenernya itu sangat merugikan mereka. Beberapa hal itu adalah :
Begadang
Kata "begadang" kayaknya udah menjadi teman sehari-hari di kehidupan kampus. Kayaknya kalau jadi mahasiswa dan ga begadang itu belum lengkap rasanya. Tapi kalian harus tahu, begadang is not a good way. Mengurangi waktu tidur bisa aja, tapi kalian harus memperhatikan juga, badan juga punya hak untuk istirahat. Jadi, kalau kalian mau begadang diusahan karena sesuatu yang udah darurat banget. Kebanyakan begadang, kalian pasti nantinya bakal ga fokus di perkuliahan, ngantuk mulu, dan berbagai kejadian-kejadian lainnya.

Pola makan menjadi "aneh"
Pola makan, kalau bahas menyangkut makanan sebenernya , mahasiswa itu paling seneng. Apalagi kalau makanan gratis. Nah tapi disini gue melihat satu sisi lain dari mahasiswa.Jujur deh buat yang anak kos , apakah kalian sarapan setiap harinya ? Gue yakin ga banyak yang sarapan di pagi harinya. Kenapa ? Kebiasaan bangun aja jam 7 lebih, belum mandi, dan kalau ada kuliah jam 8, pasti udah buru-buru banget tuh. Kalau ga ada kelas pagi, kebanyakan udah mager di kamar. Bener ga ? Jadinya pola makan jadi berubah total. Padahal sarapan itu penting lho buat energi kita di pagi hari. Jangan sampe aktifitas yang kita jalanin ga diimbangi dengan pemberian asupan gizi yang kuat.

Segitu aja ya yang gue share tentang mahasiswa terkait dengan kesehatan. Nah gue mau bilang aja sih, kesehatan itu harga mutlak buat semua aktifitas, There are so many things you must do, it will be right if you are healthy. Karena sakit bakal ngurangin fokus dan energi kita.

Ayo bersama-sama menjadi mahasiswa aktif dan sehat

Kamis, 24 November 2011

Berprestasi ? Aktif ? Why Not ?

Dari judulnya pasti temen-temen udah pasti tau apa yang bakal gue share disini. Ehmmm may be gue ga pantes sih buat share tentang ini, tapi dari sebuah artikel yang gue pernah baca, kenapa tidak kita menyampaikan opini kita walaupun kita belum bisa melaksanakannya. OK. Yang setuju dengan saya silahkan lanjutkan baca artikel ini, yang ga setuju, saya persilakan tetap membacanya, ga ada salahnya kan ?

OK mulai saja dengan maksud artikel ini. Gue menulis artikel ini dengan maksud untuk menyadarkan temen-temen semua terutama yang masih di kehidupan kampus untuk sadar, bahwa there are so many things we can reach without any affraid. Yap, banyak sekali temen-temen mahasiswa yang menyia-nyiakan kesempatan yang sebenarnya ada jelas di depan mereka tapi mereka ga sadar. Kenapa bisa ga sadar? Banyak faktor yang bisa buat hal itu terjadi. Faktor terbesar adalah rasa malas dan kurang ingin tahu tentang sesuatu yang baru dari mahasiswa. Mungkin kita sering mendengar percakapan :
"Hey, lo ikut lomba ini ga ? "
" Ga ah males. Gue mah nyante-nyante aja. Gapapa lah jadi orang standar"

Percakapan seperti itu sering kali gue denger di kalangan mahasiswa. Jujur, pertama kali gue kuliah, gue punya pemikiran kayak gitu. Menyerah dan pasrah akan nasib, karena sebenernya keinginan gue yang sejati bukan di kampus gue yang sekrang. But you must know, pemikiran seperti itu akan membuat kalian nantinya menyesal ketika melihat orang lain bisa meraih lebih daripada kamu dan sebenernya kamu bisa gampang meraih pencapaian yang sama degan teman kamu itu.

Penyesalan-penyesalan seperti ini yang sering menghinggapi mahasiswa yang masih galau. Atau malah mereka menipu dirinya sendiri dengan menolah kenyataan yang ada dan tetap percaya bahwa dia lah yang paling bersinar walaupun sinar itu sama sekali tidak ada. Ini parah banget. Maybe sebagian orang bilang, fenomena kayak gitu itu sering diperibahasakan " Rumput tetangga memang selalu lebih hijau ". Trus ? Ya buat rumput kalian lebih hijau lagi dari rumput tetangga itu. Itulah eksekusi solusi yang tepat,. Jangan malah yaudah lah ya, kita semua punya jalan sendiri. Hal-hal dan pemikiran kayak gini yang ngebikin kita semua itu ga bisa berkembang. Kemampuan sosialnya, inteleknya, dan lain sebagainya. Kita harus bisa total di semua hal, lawan kata "setengah-setengah" di pikiran kalian. Mulailah untuk menunjukkan kalau kalian bisa melakukan secara sempurna.

Nah hubungannya dengan kata aktif apa ? Tenang dulu. Pasti kalian sering ngeliat banyak banget mahasiswa menjadikan alasan "aktif" organisasi sebagai alasan untuk tidak berprestasi. Banyak banget mahasiswa yang aktif sana-sini, kuliahnya jeblok semua. Pas ditanya alasannya, jawabannya berputar pada " Ya kan gue aktif bro, ga kayak lo". Pemikiran kayak gini merupakan pemikiran terkonyol yang pernah ada. Seharusnya keaktifan yang kita punya itu menjadikan kita menjadi lebih berprestasi lagi. Soalnya apa ? Banyak hal yang bisa kita dapetin kalau kita aktif di organisasi atau kepanitiaan. Nah dari nilai tambah itu lah, seharusnya kita bisa menjadikannya sebagai support untuk berprestasi. Jadi udha ga jamannya tuh , ornag berpikiran stereotipe bahwa ga mungkin orang yang aktif bisa jadi ornag yang pinter. Semua salah. Kita harus buktiin kalau kita berprestasi sekaligus aktif di kehidupan kampus dan sosial. Dan buat yang hanya kuliah doang, kalian musti lebih berprestasi lagi.

There is no reason become unshining person although you have a lot activities in your life.

Rabu, 23 November 2011

Acara "Meriang"

"What do you feel if you have finished your work in the organization ? "

May be temen-temen semua udah kebayang apa yang bakal gue ceritain disini.Btw, gue mau cerita dulu nih keadaan gue sekarang.Sekarang ini gue sebenernya kuliah, tapi dosennya ngasih pengumuman kalau kuliah ditiadakan ( gue ga suka dosen kayak gini ). Alhasil, since there is no activity more usefull than writing, gue akhirnya iseng-iseng mulai nulis lagi di blog gue ini.

Ok mulai aja kali ya. Dari kalimat yang pertama kali gue tulis, mungkin temen-temen semua udah pada tau apa yang gu tulis disni. Gue disni mau share gimana rasanya kalau kita udah kerja bareng beberapa bulan dan akhirnya acara yang kita garap itu sukses. Sebenarnya bingung mau bilang gimana rasanya, tapi yang paling penting disini, you will feel something so sad.

Mungkin temen-temen perlu tau dulu ya gue kerja di bidang apa dan temen-temen gue kayak gimana. Ya..yang gue ceritain ini adalah kepanitiaan di kampus gue, Fasilkom, tentang pembinaan mahasiswa baru ( sebut aja PMB ). Nah di kepanitiaan kali ini gue ,megang jadi BPH ( kayak penanggungjawab ) di bidang acara. Nah disini alhamdulillah banget gue kerja bareng sama temen-temen gue yang kocak abis. Ga ada yang bisa ngalahin deh kekocakan, kekompakan, dan keramean kita. There are so many things we can do. Orang-orangnya itu ada @ixn , @minami @kadek, @ajengjong, @dimas @harish @witri @haya @yuni . Nah sebagian besar dari anak2 acara itu adalah junior gue dan walaupun kita beda angkatan tapi ga mempengaruhi kinerja kita.

Cerita dulu ya gimana rasanya kerja bareng mereka-mereka ini. Boleh dibilang di kepanitiaan ini, panitia acara lah yang paling kompak dan rame ( bukan maksud memuji ). Gue sendiri sebagai PJnya merasa melakukan semua tugas gue tanpa beban. Semuanya santai ( walaupun muka gue pas acara pasti panik, tapi itu adalah ekspresi gue ). Acaranya pun semuanya berjalan dengan sukses dan lancar. Di setiap rapat yang kita adain, yang ada selain pembahasan maslaah yang diomongin, tidak kalah banyak ketawa2 dan gosip yang kita omongin. Dan kalian harus tau, pas di acara terakhir, kita tidur baru jam 3 pagi gara2 rapat. Konyolnya rapatnya itu rame banget dan ketawanya ga bisa ditahan. tapi jangan salah, semua yang mau kita bahas udah tercover dengan rapi.Segini aja kali ya ceritanya, sekrang dilanjut yang lain.

So, I will share a lot of thing that you can do if you have a chance to arrange and manage an event.
1. Express your creativity here
Pengalaman yang paling utama dan mengasyikan kalau kalian jadi anak acara adalah kalian bisa meluangkan semua kreatifitas kalian di acara yang kalian pegang. Banyak banget hal yang bisa kalian luangkan disini. Misal nih mulai dari nama acaranya maupun konten dari acara yang bakal diadain. Gue ga bisa banyak omong disini. Better if you feel it yourself.

2. Latihan buat managemen waktu
Yap di acara nanti, kalian juga harus bisa buat bagi-bagi waktu di setiap sub acara yang ada. Kalau kalian ga bisa ngatur waktu, pasti acaranya nanti bakal ancur atau paling ga jauh dari ekspektasi kita.

3. Latihan buat nyari solusi bukan masalah
Di sebuah acara, pasti banyak banget hal yang menjadi penghalang. Apalagi di kepanitiaan acara. banyak banget hal yang jadi penghalang. Tapi jangan kuatir. Keep calm guys. Kalian disini jangan sampe fokus hanya kepada masalah, tapi berusahalah untuk secepatnya cari solusi yang tepat. Yang paling penting lagi. kalian harus bisa untuk tetap tenang ketiak bidang yang lain panik. Soalnya keberhasilan acara adalah tanggungjawab bidang acara. Nah ketika ada masalah muncul. pikirkan dan cari solusi. Sehabis itu execute it.

4. Kreatif dalam memilih alternatif
Sebuah acara pastinya sudah direncanakan dengan matang dong. Nah, gimana kalau ada kendala di hari H nya yang tidak kita prediksikan ? Untuk mengatasi hal ini, kalian sebagai panitia acara seharusnya udah memikirkan berbagai case yang mungkin terjadi ( paling tidak case2 yang possible to happen ) dan carilah alternatif yang ga beda jauh. Jangan sampai alternatif yang kita ambil itu jauh dari bayangan awal. Biar yang jadi penikmat acara kita juga ga kecewa.

5. Nambah jaringan
Boleh dibilang ini bonus doang sih. Kalau seuatu acara itu pasti ada kan yang jadi pengisi acaranya. Nah yang nyari pengisinya tidak lain dan tidak bukan adalah anak acara itu. So dengan kalian jadi panitia acra, kalian bisa nambah networking kalian. Dan gue jamin itu akan sangat membantu di ke depannya.

Mungkin segitu aja yang bisa gue share, Yang jelas bagi gue : Being a event's crew is the greatest thing I ever had.

Ga bisa ngelupain kata-kata : spacy, crew, review, and many other crazy words.


Semoga kita bisa kerja bareng lagi
dedicated to Event PMB 2011
"Meriang : Merindukan Kasih Sayang"

Senin, 13 Juni 2011

Kenangan Tahun Kedua

"Parade BEM FASILKOM UI 2011"














"Wedding Party of LeniSidik"














"Syuting Teaser COMPFEST2011"













"Eating Together"















"Temu Kangen with Wali Kelas SMA"



















"PSDM Summit"














"Belajar OS mau UAS"














"Pose Dulu"



















"BPH Gahuuul"














"Anak Malam"














"Long time no see" --> Wulan















Minggu, 03 April 2011

Awal dari sebuah pelajaran

Gue tulis artikel, bermula dari ngeliat timeline twitter gue. Banyak dari temen-temen gue yang baru aja ngomongin masalah kepemimpinan. Yaudah akhirnya, sambil nginet, gue terus aja pantengin obrolan mereka. Dan gue ga salah langkah, banyak banget hal yang gue dapetin dari obrolan singkat dari temen-temen gue itu.
Pembelajaran yang bisa gue ambil dari diskusi itu adalah semua orang bisa dikatakan sebagai seorang pemimpin, walaupun itu pemimpin yang jelek atau baik. Yang terpenting, pemimpin adalah orang-orang yang bisa mendapatkan pengikut yang loyal kepadanya, artinya pemimpin itu bisa dipercaya oleh orang lain untuk memimpin mereka.
Pembelajaran selanjutnya adalah menjadi seorang pemimpin haruslah seseorang yang mempunyai kharisma. Ini dia yang paling menampar diri gue. Gue ngrasa hidup gue selama ini gue jalanin seenak enak gue aja, tana berpikir image gue mau ditaruh dimana. Pertanyaan gue sekrang, haruslah untuk menjdi seorang pemimpin itu, seseorang itu harus merubah dirinya menjadi seseorang yang penuh dengan kharisma? *guecobarenunginlagi
Yang terkahir dan gue yakin bukan yang terakhir untuk hari esok, sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan orang lain, kita bisa menyenangkan beberapa orang, tapi perlu dicatat kita TIDAK BISA MENYENANGKAN SEMUA ORANG. hal inilah yang menjadi masalah gue sampai saat ini, soalnya gue selama ini berusaha untuk menjadi orang yang disenangi dan tidak dimusuhi oleh satupun orang. Gue juga ngrasa, selama yang gue pikirin hal-hal seperti ini, gue malah sering meyimpang dari prinsip hidup gue, Pokoknya untuk jadi pemimpin, JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK TIDAK DISENANGI OLEH SESEORANG.

Gue nulis ini karena, gue pingin jadi pemimpin,. Sayang banget udah kuliah jauh-jauh, akhirnya ga jadi pemimpin yang hebat.

Sekian curhatan gue.

Jumat, 25 Maret 2011

Bantuan loe tuh ga usah di expose juga kali

Maaf kalau judulnya agak sedikit offense. Tapi jujur, tulisan ini gue buat untuk menjadi cerminan aja buat diri gue tentang masalah itu.
Masalahnya berawal dari status FB seseorang mengenai keluhan/mau pamer dia ke muka umum. Gue tau persis apa yang dia maksud di status itu. Yang menjadi masalah adalah yang gue tangkep dari status itu dia mau pamer kontribusi dia di sebuah kepanitiaan. Gue tau dia emang kerja dan ga gabut, ya tapi ga usah dipamerin kali. Selama ini dia juga belum menunjukkan integritas dia, cukup buktikan kalau kamu (orang itu)punya integritas dan bisa memberikan goal yang hebat. Ga usah cuma pamer proses yang sedang dijalanin tanpa ada kejelasan pencapaian. Yang lebih parah lagi, di FB nya disebutkan dia menjadi general manager di kepanitiaan tersebut, padahal itu bukanlah kedudukan dia yang sebenarnya.
So, berbuatlah sebaik mungkin apa yang bisa kita lakuin, ikhlas untuk kepentingan umum, dan menghasilkan output/prestasi yang spesial.

Sekian tulisan ini gue buat, untuk menjadi pembelajaran buat kita. Tunjukkan apa yang bisa kita lakukan, dan ciptakan prestasi yang gemilang.

Just do what you want, And bring to me your achievement, guys.

Sabtu, 19 Maret 2011

My Life -- Part 1

Sabtu, 19 Maret 2011
Hari itu, gue lagi-lagi bangun kesiangan. Gue bangun jam 7 pagi. Langsung deh, ke kamar mandi, ambil air wudhu dan shalat. Semoga semua ini ga terulang lagi. Hari itu, gue sudah menjadwalkan apa-apa saja yang bakalan gue lakuin.

Inilah jadwal saya :
09.00 - 12.30 : Seminar di PSJ tentang bisnis
12.00 - malem : Raker XML + ngerjain Pemdek

Yup...akhirnya selama 2 jam sebelum jam 09.00, gue nerusin nonton film sebagai penambah semangat pagi itu. Film yang gue tonton adalah film dari Jepang, Producing Nobuta..Filmnya lumayan bagus, ga salah deh minta sma temen.

Jam 8.30, gue mandi dan langsung berangkat ke Pusat Studi Jepang UI. Yang membuat menarik itu, salah dua dari tiga pembicaranya adalah anak Fasilkom, Natalie Ardianto ( founder urbanesia.com), Mustafa Kamal ( founder univind.com). Semuanya adalah pebisinis muda Indonesia. Mereka memberikan banyak banget pelajaran kepada kami, mahasiswa untuk memulai bisnisnya.

Inget banget di seminar itu, gue duduk di bangku kedua dari depan. Dan yang duduk disitu cuma ada 3 orang, yang lain lebih memilih bangku belakang. Ternyata, tempat duduk yang saya duduki itu adalah tmpat duduk yang pernah diduduki juga oleh Mustafa Kamal 2 tahun yang lalu. Semoga gue bisa meniru jejaknya dan bisa lebih baik lagi.
Nah yang paling bikin gue inget lagi, ps sesi tanya jawab, gue udah tunjuk jari tiga kali berturut-turut di 3 sesi tanya jawab. Tapi tak ada satupun yang berhasil. Akhirnya, dibuka deh bonus satu sesi lagi, tapi ternyata itu buat anak non_UI. Kecewa. Eh ternyata anak non_UI ga ada yang nanya, ya akhirnya gue nanya deh sama Bang Natali ( Ade ). Singkatnya, dijawab dengan mantab oleh belaiu.
Di akhir seminar, gue sempet ngomong-ngomong sama Bang Natalie mengenai komunitas yang beliau kelola, startuplokal.org. Gue tertarik banget sama komunitas yang dibina beliau. Isinya orang-orang berjiwa bisnis yang menurut geu hebat banget.

Nah seminar pun kelar.
Saatnya ikut raker XML ( Xociety of Movie Lovers). Lokasi rakernya di rumahnya temen gue , Ita, daerah Pasar Minggu. Sebenarnya, niat gue di raker, selain buat raker gue mau ngerjain tugas kuliah ( keliatan geek banget ). Tapi, alhasil gue disuruh jadi MC, jadi ga bisa nyambi ngerjain tugas,

be continue


Akhirnya Update --> Liburan Semester Ganjil

Ribuan Detik bersama Dieng Plateu
Artikel ini saya tulis karena saya tidak mau momen kebersamaa saya bersama teman-teman terlupakan begitu saja. Teman-teman SMA yang sangat luar biasa yang bisa memberikan suasana berbeda setiap kali berkumpul.
Selasa, 25 Januari 2011 pukul 05.30
Saya bangun dari tempat tidur seperti biasanya, gara-gara dibagunin sama mama yang ga mau liat anaknya shalat kesiangan, Akhirnya saya bangun dan shalat. tak tahu kenapa saya langsung ngambil HP dan langsung sms temen-temen yang mau bareng-bareng liburan ke Dieng. Ya hari itu adaah hari yang sudah kita sepakati untuk liburan bareng ke Dieng. Liburan yang terasa sangat spesial. Soalnya kita ( saya dan temen-temen SMA) merantau di tempat-tempat yang berbeda dan jauh sehingga bisa ketemunya ya pas diwaktu liburan kayak kali ini, Liburan Semester Ganjil. Liburan sepertinya tidka ada rasanya kalau belum ngumpul bareng temne-temen seperjuangan SMA dulu. Yak kita lanjutkan saja ceritanya. Tujuan sms saya itu adalah membangunkan temen-temen saya yang sudah bisa saya pastikan kalau ga di sms pada telat bangun. SMs selesai ternyata rasa kantuk saya tidak bisa saya tolak dan bantal, guling, dan tempat tidur sudah mempesona buat dijamah. Akhirnya, saya tidur lagi dengan sukses dan tanpa halangan suatu apa.
Masih hari yang sama, pukul 07.00
Saya terbangun dan langsung kaget soalnya jarum jam sudha menunjuk ke angka tujuh dan saya belum packing dan siap sama sekali. Padahal sms jarkom yang saya buat mengharuskan kita sudah harus kumpul jam 07.00. Ya apa mau dikata, saya telat dengan suksesnya. Hari itu saya langsung menuju lemari dan mengeluarkan pakaian-pakaian dan barang-barang kegantengan ( baca: kalau di cewek namanya barang-barang kecantikan) saya yang harus saya bawa.
07.30 : all was packed.
Tapi saya belum mandi, makan, nungguin jajanan dari tukang sayur. Saya pun mandi dan menyelesaikan semua hajat, makan, dan memangsa semua jajanan tradisional yang memang sudah biasa disiapin ibu kalau saya di rumah.
08.00 : saya berangkat. Dan tragis, di rumah tidak ada siapa-siapa hari itu, mama bisanya cuma naik sepeda biasa, adik udah sekolah, yach akhirnya saya berangkat naik bis dengan sukses setelah beberapa tahun tidak menikamati pelayanannya. Kesimpulan : naik bis pun mengasyikkan dan pelayanan juga ga berubah dari dulu ( tetep bayar ). Jarak rumah sama tempat kumpul lumayan , 4-5 kman. Kan enak juga kalau jalan kaki.
08.30 : tiba di base camp kita.
Ternyata sudah banyak temen-temen yang ngumpul, hampir semua, yang belum cuma 4 orang dan itupun yang paling ga bisa dimaklumin alasannya adalah saya ( gara-gara bangun kesiangan). Dua temen saya yang belum datang gara-gara dia mau ke warnet dulu buat menyelesaikan tugasnya, dna dia udah bilang. Nah yang satu lagi, diaa itu orang yang bakalan jadi host kita di liburan kita kali ini. Rumahnya di daerah wonosobo, tempat yang bakalan kami sambangin tapi kuliahnya di JOgja, jadi dia berangkat dari Jogja dan sebelumnya dia udh ngasih tau kalau dia datangnya bakalan telat sampai jam 10 gara-gara ada persoalan kuliah ( dia bolos kuliah buat nemenin kita jalan-jalan ke Dieng ).Bener dia datang di base camp tepat jam 10.15. Dan kami sukses molor sampai 3 jam lebih. Ya tak apalah, sudah biasa dan sebenarnya ini ga boleh.
10.15 kami berangkat
Selama perjalanan kami ya asyik menikmati jalan yang sangat luar biasa keren, menikung hampir satu lingkaran lebih tapi bener-bener menyuguhkan panorama alam yang bener-bener Subhanallah. Hawa dingin pegunungan pun sudah mulai terasa pada setengah jam perjalanan pertama da itu berlanjut.
11.45 kita sampai di rumah persinggahan ( rumahnya Cirillus )
Kita merebahkan badan dulu di kamar-kamar yang sudah disiapin sama tuan rumahnya. Hahahahahha..sukses merepotkan Cirilus' family. Tapi itulah kebiasan kami dari dulu membuat ribut dan menghabiskan makanan. Waktu itu yang ada di rumah hanya dua kakaknya, ayah ibunya belum pulang dari ngajar. Ya akhir kata kita agak ga jaim deh. Makanan pun tersidang dan karena kita sudah kencot ( baca : lapar ) karena perjalanan yang lumayan dingin dan menghabiskan banyak tenaga, makanan itupun langsung kita mangsa. ga lama setelah ayah ibunya pulang. Ga ada yang berbeda, kita tetep aja makan dengan tidak malunya, kalau lapar mau gimana lagi.
13.30
Karena sudah terlanjur lapar dan belum kenyang juga menghabiskan jamuan yang ada, akhirnya kita pergi kuliner. Inilah salah satu tujuan awal kita, merasakan rasa lkal makanan khas Dieng, "mie ongklok". Yach akhirnya sang guide "cirillus alias ceper" mengabulkan permintaan para turis lokal yang ga tau diri ini untuk merasakan makanan itu. Tah akhirnya berangkat deh kita mencari-cari tempat yang paling enak dan tidak lupa mewancaraayah dan ibunya buat nyari tempatnya. Tak lama perjalanan kita akhirnya sampai di tempat tujuan. Langsung deh kita masuk dan langsung memesan. Bener juga sih tempat itu paling enak kayaknya, soalnya di situ ada testimoni dari beberapa artis kayak Mario Lawalata dna Angelina Sondakh ( pikir saya, kenapa ga saya aja yang ngasih testimoni ). Satu lagi keanehannnya, teh yang disajikan ga manis sama sekali padahal kami sudah pesesn teh manis anget. Ternyata itu adalah ciri khasnya ( kita menjadi profesor setelah menemukan satu ciri khas ini,kwkwkk).Solusinya, kita minta gula lagi biar manis, tapi ga jauh beda, soalnya tehnya asli daerah Dieng.
15.10 selesai makan ( lama banget sampai satu jam lebih )
Perlu diketahui harga satu porsi plus minumannya tepat 15.000 ( mie ongklok lengkap sama sate sapi plus teh manis ).
Selesai makan kita langsung saja pulang ke rumah. Tadinya saya pingin banget ke tempat pemandian air panas "Kalianget" tapi karen yang kepingin cuma saya, akhirnya dibatalin, yasudahlah.
Sekitar pukul 16.00
Sampai di rumahnya. Sudah terhidang di meja rambtan, jeruk , dan berbagai makanan. Oiya waktu itu ibunya sang "guide"masak satu ayam untuk makan malam. Hahahaha....kayak tamu spesial aja, enak deh plus baik banget keluarganya.Disitu kita ngrencanain buat malamnya. tadinya kita mau nongkrong2 di alun-alun wonosobo sambil foto2. Tapi karena ujan terus2an akhirnya ga jadi deh. Kita cuma foto2 di rumah sambil nunggu makanan siap saji hehe.
Rabu, 26 Januari 2011 pukul 06.00
Saya bangun tapi ga mau bangun, Padahal perjanjiannya kita sudah siap buat melancong jam 07.00. Tapi apa daya hawa dingin dan rasa malas yang melanda tidak bisa memaksa kita bangun pagi. Ya alhasil kita baru bener-bener bangun semua jam 07.30. Molor lagi satu setengah jam.
07.30
Semuanya duduk di ruang tamu. Ada yang sambil makan gorengan, ada yang lagi tiduran meneruskan tidur yang dirasa kurang.Rencananya

Minggu, 16 Januari 2011

One Family, One Home, One Destiny

Tangan ini sudah lama banget ga dibuat ngetik tulisan di blog tercinta ini. Sekarang, akhirnya saya pingin banget nulis tentang temen-temen UI saya yang dari Purworejo, My Hometown. Entah mengapa, akhir-akhir ini saya merasakan sedikit berbeda dengan temen-temen yang satu ini. Kami pun punya nama untuk komunitas ini, namanya KOMPOR UI singkatan dari Komunitas Mahasiswa Purworejo Universitas Indonesia, kumpulan anak-anak Purworejo yang kuliah dan merantau di Universitas Indonesia yang mempunyai moto "One Family, One Home, One Destiny".

Sungguh berbeda hari-hari liburan saya sekarang ini. Yang tadinya saya sering merasa bosen kalau disuruh di rumah terus tanpa temen. tapi sekarang saya bener-bener merasakan rasa bosen telah hilang. Liburan kali ini saya mempunyai kesibukan baru bersama temen-temen terbaik saya, KOMPOR UI. Kegiatan yang mempunyai visi untuk berbakti ke daeraha kami tercinta, telah menyatukan kita untuk berjuang dan bekerja demi satu tujuan itu.

Oke, kayaknya lebih bagus lagi kalau saya ceritakan kenangan-kenangan saya sejak saya mulai masuk ke keluarga ini. Berawal dari diterimanya saya di UI, saya pun sudah yakin akan mengambil kuliah di UI. Akhirnya saya berangkat ke Depok untuk kuliah. Nah disinilah saya ketemu temen-temen ataupun senior yang kuliah di UI. Ternyata banyak juga. Ga ada perasaan yang beda antara bertemen sama temen-temen kampus dan temen-temen KOMPOR ini. Dimulai sejak adanya buka bersama, ada Gathering KOMPOR dan lain-lain selama satu tahun. Tak ada yang berbeda masih datar-datar aja. Rasa memiliki pun belum ada kayaknya, malah seringnya saya males kumpul bareng temen-temen KOMPOR.

Nah lain cerita ketika saya memegang amanah KOMPOR GATHERING sekaligus dijadikan calon Ketua Kompor ( walaupun ga jadi ). Nah posisi itu memaksa saya untuk harus kenal dengan semua anak-anak KOMPOR. Inget banget waktu itu yang baru saya tahu namanya bisa diitung, dan lainnya ada di luar jauh kepala saya yang artinya saya tidak tahu. Hari lewat hari, akhirnya saya mulai tau sbagian anak Kompor mulai dari yang paling senior sampai yang junior saya yaitu angkatan 2010. Ini semua sangat membantu saya dalam menyelesaikan tugas KOMPGATH. Nah akhirnya Ketua Kompor yang baru pun terpiliha yang pastinya bukan saya.

Mulai saat itu, hari-hari kuliah saya diselingi dengan kegiatan-kegiatan KOMPOR. Mulai dari kumpul buat bahas Try Out dan lain sebagainya. Tapi hal yang paling membuat saya lebih nyaman di keluarga KOMPOR ini bermula di saat saya sering main ke kontrakan temen KOMPOR yang ga jauh dari kost saya. Mulai dari saya dikasih satelah, saling pinjam dan meminjam motor lah, sampai saya merayakan pergantian tahun 2010 ke 2011 di kontrakan baru temen sambil bakar jagung. Momen ini bener-bener meruapakan titik balik saya merasakan KOMPOR itu adalah bagian dari kehidupan saya, khususnya kehidupan kuliah.

Semua permasalahan yang ada di KOMPOR seolah memanggil saya untuk ikut menyelesaikannnya. Masalah dengan temen-temen di Purworejo yang kuliah di kampus lain lah, ada temen yang mengalami kesulitan finansial untuk kuliah di UI lah, sampai berbondong-bondong mempromosikan UI di acara EXPO kampus. Semuanya itu membuat saya ingin berkata di tulisan saya untuk kalimat yang terkahir bahwa "KOMPOR adalah bagian sari diri saya, walaupun kalimat ini pasti tak akan keluar di hadapan kalian, tapi saya hanya bilang, di balik semua yang saya alami di kehidupan ini, kalian akan pasti ada di setiap nafas kehidupan saya"

AKU BANGGA MENJADI BAGIAN DARI KOMPR UI
One Family, One Home, One Destiny

Search